IUD

IUD singkatan dari Intra Uterine Device,  merupakan alat kontrasepsi wanita yang terbuat dari bahan semacam plastik, ada pula yang dililit tembaga. IUD ini merupakan alat kontrasepsi  yang paling banyak digunakan. Cara penggunaan IUD adalah diletakkan di dalam rongga rahim dengan tujuan untuk mencegah/menghambat pertemuan antara sel telur dengan sel sperma, sehingga tidak terjadi pembuahan dan kehamilan. Nama popular dari IUD adalah “Spiral”

Sebelum spiral dipasang, kesehatan ibu harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kecocokannya. Alat ini banyak digunakan, karena dianggap sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan memiliki manfaat yang relatif banyak dibanding alat kontrasepsi lainnya. Diantaranya, tidak menganggu saat coitus (hubungan badan), dapat digunakan sampai menopause dan setelah IUD dikeluarkan dari rahim, bisa dengan mudah subur, berbeda dengan kontrasepsi yang menggunakan pil penggunaan IUD ini tidak perlu mengingat kapan harus mengkonsumsi obat dan juga bagi ibu yang sedang menyusui tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air susu ibu (ASI).

Jenis IUD yang dipakai di Indonesia antara lain adalah :

Terdapat beberapa jenis IUD yaitu :

  1. IUD tembaga (cooper), bekerja dengan melepaskan partikel tembaga untuk mencegah kehamilan. Contohnya antara lain :

-  Copper-T : IUD berbentuk T, terbuat dari bahan plastik dimana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan tembaga halus ini mempunyai efek anti fertilitas (anti pembuahan) yang cukup baik. IUD ini melepaskan tembaga untuk mencegah kehamilan dengan cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan dapat dipakai selama 10 tahun.

-  Copper-7 : IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan.

  1. IUS (Intrauterine System), bekerja dengan cara melepaskan hormon progestin. Progestasert IUD (melepaskan progesteron) hanya efektif untuk 1 tahun dan dapat digunakan untuk kontrasepsi darurat.
  2. Multi load : IUD ini terbuat dari plastik dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. IUD ini dapat digunakan hingga 4 tahun.
  3. Lippes loop : IUD ini terbuat dari plastik, berbentuk huruf spiral atau huruf S bersambung. Untuk memudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya.

Efektifitas

Efektifitas dari IUD ini dapat dikatakan sangat sangat efektif, (92-94%). Prinsip pemasangan adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Pemasangan IUD dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang telah dilatih secara khusus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah pemasangan satu minggu, lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali.

Kerugian

Setelah pemasangan IUD, beberapa pasien mungkin mengeluhkan rasa nyeri pada bagian perut dan terdapat pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Hal ini kemungkinan dapat terjadi selama 3 bulan setelah pemasangan. Tetapi tidak perlu dikhawatirkan, karena biasanya keluhan akan hilang dengan sendirinya. Dan apabila setelah 3 bulan keluhan masih berlanjut, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Pada saat pemasangan, sebaiknya pasien tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut.

Apabila pasien mengalami hal-hal seperti mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan (mual, pusing, muntah-muntah), terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa, terdapat tanda-tanda infeksi (misal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil), dan mersakan nyeri pada perut yang ketika berhubungan, maka dianjurkan untuk segera periksa ke dokter, kemungkinan pasien mengalami efek samping yang merugikan pada penggunaan IUD.