NSAID

NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) merupakan suatu golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang). Istilah “non steroid” digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang juga memiliki khasiat serupa. Obat ini digunakan secara luas di seluruh dunia untuk mengatasi nyeri yang akut maupun yang kronik.

NSAID membentuk kelompok yang berbeda-beda secara kimia, tetapi semuanya mempunyai kemampuan untuk menghambat siklooksigenase (COX). Enzim cyclooxygenase ini berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dari asam arakhidonat. Obat ini relatif aman jika digunakan dalam jangka waktu pendek, namun efek samping buruk dapat terjadi bila digunakan dalam jangka waktu panjang apalagi tanpa pengawasan dari tenaga kesehatan.

Ada 3 jenis obat golongan NSAID:

1.COX-1 selective inhibitor. Yaitu obat golongan NSAID yang bekerja menghambat aktivitas COX-1, contohnya asam mefenamat.

2.COX-2 selective inhibitor. Golongan obat NSAID yang menghambat aktivitas COX-2, contohnya celecoxib, etoricoxib dan valdecoxib

3.Non-selective COX inhibitor. Obat NSAID golongan ini menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2, contohnya aspirin dan parasetamol.

Efek samping dari penggunaan NSAID yang paling umum dan paling sering terjadi adalah gangguan gastrointestinal seperti mual dan diare. Gejala ini terutama akibat iritasi lambung karena hilangnya efek perlindungan prostaglandin dinding lambung. Terkadang efek samping ini menyebabkan tukak lambung dan bahkan lubang jika semakin parah. Iritasi lambung dapat bersifat lokal yang menimbulkan difusi kembali asam lambung ke mukosa dan menyebabkan kerusakan jaringan; dan juga bersifat sistemik melalui hambatan biosintesis PGE2 dan PGI2 dan dapat menyebabkan perdarahan lambung.

Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah gangguan fungsi trombosit akibat penghambatan biosintesis tromboksan A2 dengan akibat perpanjangan waktu perdarahan. Efek ini dimanfaatkan untuk terapi profilaksis tromboemboli (seperti, stroke), contohnya adalah aspirin.

Penggunaan NSAID pada anak-anak yang mengalami dehidrasi dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Hambatan biosintesis prostaglandin PGE2 di ginjal menyebabkan aliran darah ginjal dan kecepatan filtrasi glomerulus ginjal menjadi berkurang. Sehingga, pasokan darah yang berkurang pada ginjal menyebabkan bagian ginjal seperti jaringan tubular dan intersitial menjadi penyempitan. Jika tidak mendapat perawatan yang baik, jaringan tubular dan intersitial ginjal akan mengalami kematian jaringan.

Contoh obat-obat golongan NSAID
1.Golongan asam karboksilat : diklofenak, ibuprofen, ketoprofen, aspirin, asam mefenamat, indometasin
2.Golongan asam enolat : Piroksikam, butazon, nabumeton

Untuk itu, berhati-hatilah jika mengkonsumsi obat golongan NSAID ini. Jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang sebaiknya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Sehingga efek samping yang mungkin terjadi selama pengobatan dapat diminimalisir dan cepat teratasi.